[arsip] Sambut Ramadhan dengan Taubat

Posted on Updated on

Mimbar Jum’at

DEWAN MUBALIGN INDONESIA

Sambut Ramadhan dengan Taubat

Oleh Redaksi

Buya H. M. Alfis Chaniago

EDISI Khusus /Th. 2015

Sambutlah Bulan Ramadhan dengan Takwa dan Taubat yang Benar

R E D A K S I

Bulan yang sangat kita rindukan kedatangannya itu kini sudah datang dan mungkin kita sedang menjalaninya, yaitu bulan Ramadhan, dimana bulan yang penuh berkah, bulan yang memiliki banyak keutamaan. Sebagai seorang Muslim, tentu kita sudah mempersiapkan diri untuk menjalani semuanya dengan ikhlas, sabar dan tawakkal sehingga kita bisa memaksimalkan momen istimewa ini untuk memperbaiki diri dan menyiapkan bekal kehidupan di akhirat kelak nanti. Kita tentu tidak ingin momen berharga ini terlewat begitu saja, alangkah ruginya jika itu terjadi, sebab belum tentu kita bisa menjumpai Ramadhan berikutnya. Betapa banyak orang yang hidup disekitar kita pada tahun lalu, tapi pada tahun ini mereka sudah tidak ada lagi, tidak ada kesempatan mereka untuk memperbaiki diri dan memperbanyak bekal akhirat. Jangankan menunggu satu tahun, bulan Ramadhan yang baru saja kita jalankan ini, belum tentu kita gapai cukup 1 bulan (30 hari). Ya Allah, hanya kepada-Mu kami memohon, panjangkanlah usia kami sehingga bisa beribadah kepada-Mu di bulan ramadhan ini.

Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah Azza wa Jalla, maka Dia Azza wa Jalla memberikan kepadanya pemahaman tentang dien.” [HR. Imam Bukhari]

Apabila bulan Ramadhan sudah tiba, maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka Jahannam ditutup serta setan-setan dibelenggu.” [HR. Imam Bukhari]

Jika malam pertama bulan Ramadhan sudah tiba, maka setan-setan dan jin nakal dibelenggu, pintu-pintu neraka Jahannam ditutup tidak ada satu pintu yang terbuka, pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pintu yang tertutup. Kemudian ada malaikat yang menyeru, “Wahai para pencari kebaikan, menghadaplah (ke Allah Azza wa Jalla dengan memperbanyak ketaan)! Wahai para pelaku keburukan, berhentilah! Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memiliki banyak hamba yang dibebaskan ari siksa api neraka. Itu terjadi setiap malam (bulan Ramdhan)”.” [HR. Tirmidzi]

Barangsiapa melakukan ibadah puasa karena rasa iman dan mengharapkan pahala dari Alla Azza wa Jalla, maka dosanya yang telah lewat terampuni. Barangsiapa melakukan ibadah shalat malam karena rasa iman dan mengharapkan pahala dari Allah Azza wa Jalla, maka dosanya yang telah lewat diampuni. Barangsiapa melakukan ibadah shalat malam pada malam al-qadar karena rasa iman dan mengharapkan pahala dari Allah Azza wa Jalla, maka diampuni nosanya yang telah lewat.”[HR. Imam Bukhari]

Rasulullah SAW bersabda “Allah Azza wa Jalla berfirman, “Semua amal kebaikan Bani Adam itu adalah miliknya kecuali puasa. Karena puasa itu milik-Ku dan Saya yang memberikannya balasan. Puasa itu merupakan tameng, jika salah satu diantara kalian menjalankan ibadah puasa, maka janganlah dia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ia dicela oleh seseorang atau memeranginya, maka hendaklah dia mengatakan, “Saya sedang menjalankan ibadah puasa.” Demi jiwa Muhammad yang ada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang sedang menjalankan ibadah puasa lebih wangi daripada minyak misik di sisi Allah Azza wa Jalla. Orang yang menjalankan ibadah puasa memiliki dua kebahagiaan (yaitu) jika dia berbuka, dia bahagia dan ketika dia berjumpa dengan Rabbnya, dia bahagia dengan ibadah puasanya”.”[HR. Imam Bukhari]

Oleh karena itu, disyari’atkan bagi kaum Muslimin, laki-laki maupun perempuan untuk bersungguh-sungguh membaca Al-Qur’an diwaktu siang maupun malam. Karena setiap satu huruf bernilai satu kebaikan dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat, sebagaimana diberitakan oleh nabi Muhammad SAW (Semangat melakukan kebaikan ini) harus disertai semangat untuk menjauhi semua bentuk keburukan dan perbuatan maksiat, (juga harus diiringi semangat untuk) saling menasehati dengan kebenaran, amar ma’ruf nahi munkar.

Bulan Ramadhan ini merupakan bulan yang dilipat gandakan (nilai) amal kebaikan didalamnya, begitu pula balasan keburukan. Oleh karena itu, seorang Muslim berkewajiban untuk bersungguh-sungguh dalam menunaikan kewajiban yang Allah Azza wa Jalla bebankan kepadanya serta menjauhi semua yang Allah Azza wa Jalla haramkan. Dan hendaklah perhatiannya (terhadap kewajiban dan larangan itu penting) pada bulan Ramadhan harus lebih ditingkatkan lagi. Sebagaimana juga disyari’atkan bagi seorang Muslim untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan berbagai amal kebaikan seperti bershadaqah, mengunjungi orang sakit, mengantarkan jenazah (ke kuburan), menyambung tali silaturrahmi, membaca (Al-Qur’an, tasbih, tahlin tahmid, istigfar, doa) dan beragam kebaikan lainnya. Dia (melakukan itu, karena penting) berharap bisa meraih pahala dari Allah Azza wa Jalla dan karena takut terhadap siksa-Nya. Kami memohon kepada Allah Azza wa Jalla, semoga Allah Azza wa Jalla memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada seluruh kaum Muslimin menuju keridhaan-Nya. Kami juga memohon kepada-Nya agar memanjangkan umur kita, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah puasa dan qiyamul lail (shalat malam atau tarwih) dengan dilandasi keimanan dan keinginan meraih pahala-Nya. Sebagaimana juga kami memohon kepada Allah Azza wa Jalla, semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kepada kami dan seluruh kaum Muslimin pemahaman terhadap agama ini, keistiqamahan agar serta merta dapat terhindar dari segala yang bisa mendatangkan murka dan siksa-Nya. Kami memohon kepada Allah Azza wa Jalla, semoga Allah Azza wa Jalla memberikan taufiq-Nya kepada para penguasa kaum Muslimin, semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa memberikan hidayah kepada mereka, memperbaiki kondisi mereka serta memberikan taufiq kepada mereka supaya dapat menerapkan syari’at-syari’at Allah Azza wa Jalla.

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul (nya) serta ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlahia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” [An-Nisa/4:59]

Kami memohon kepada Allah Azza wa Jalla, semoga memberikan petunjuk, niat dan amal perbuatan yang baik. Wallohu’alam bish showab

#nasehat dari Syaikh bin Baz Rahimahullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s