Orang Tua

Posted on Updated on

Hey hey hey … ketemu lagi dengan WePe ini, mari kita simak tulisannya dimana Tulisan berikut dikutip dari kuliah 7 menit dahsyatnya ramadhan per hari sabtu 19 juli 2014 yang diambil dari kisah para sahabat, berikut kisahnya disimak yah :

Pada jaman dahulu kala, ada seorang sahabat nabi yang orang tuanya ingin sekali pergi haji namun keadaannya sudah lumpuh dan jarak dari rumahnya ke makkah sangatlah jauh sehingga sangatlah tidak memungkinkan dengan keadaan seperti itu dan jarak yang sangatlah jauh, namun dengan kegigihan sang anak yang merupakan sahabat baginda nabi bertekad ingin mewujudkan cita” orang tuanya yaitu pergi haji ke makkah, maka berangkatlah dia dengan cara menggendong orang tuanya dari rumah sampai ke makkah dengan menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lama, namun perjuangannya belum berhenti sampai disitu saja, karena setelah sampainya di makkah, masih ada rukun haji yang menantinya disana, dimana rukun haji antar lain :

  • Ihram, yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di moqat,
  • Wukuf, kegiatan ini dilakukan didaerah yang namanya Arafah pada tanggal 9 Zulhijah,
  • Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali dan dilakukan setelah melakukan Lontar Jumrah Aqabah,
  • Sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa  dan Marwah sebanyak 7 kali setelah Tawaf Ifadah
  • Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa’i, dan
  • Tertib yang artinya berurutan

Nah anda bisa bayangkan betapa berat dan capeknya sahabat nabi tersebut melakukan semua Syarat, Rukun dan Wajib Haji tersebut demi Orang tuanya yang dicintainya, sungguh luar biasa, namun untuk jaman sekarang masih adakah yang seperti itu ??? mungkin masih ada dan itu pasti 1000 berbanding 1 kemungkinannya.

dan cerita pun belum berhenti sampai disini, hingga suatu saat bertemulah ia dengan Baginda Rasul dan bertanya : “Ya Rasul… apakah saya sudah berbakti kepada orang tua saya ? Karena Saya menggendong ibu saya di pundak saya berjalan dari rumah sampai Kota Mekah untuk melaksanakan ibadah haji”.

dan seketika itu pula Rasul menangis dan kemudian Rasul menjawab dengan diiringi tangisnya yang tersedu2, “Wahai Saudaraku, engkau sungguh anak yang luar biasa, engkau benar2 anak sholeh, tapi maaf…..(sambil tetap menangis) apapun yang kamu lakukan di dunia ini untuk membahagiakan orang tuamu…. apapun usaha kerasmu untuk menyenangkan orang tuamu …. bahkan jika enggkau melakukan Tawaf dan Sa’i hingga 100x pun tidak akan pernah bisa membalas jasa orang tuamu yang telah merawat, menjaga, mendidik, mengajarkan dan membesarkanmu hingga sampai seperti ini”

Nah nah nah … gimana perasaan temen-temen setelah membaca kutipan tersebut ??? semoga bisa mengubah dan bahkan menghilangkan semua sifat buruk baik lisan, tulisan ataupun perbuatan terhadap kedua orang tua kita, karena seburuk-buruknya orang tua kita tapi mereka tetaplah menjadi orang tua kita, sekian dan terima kasih.

thank’s to :

Agus Salim,

Pondok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s